Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai empat jenis ikatan kain samping yang kemudian dipraktikkan secara langsung.

Menurut Deni, upaya pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenakan pakaian maupun atribut tradisional.

Generasi muda juga perlu memahami makna, sejarah, adat dan identitas yang terkandung di dalamnya.

“Kita jangan hanya memakai tanjak karena terlihat bagus. Kita juga harus memahami makna, sejarah, adat dan identitas Melayu di baliknya,” katanya.

Deni mengapresiasi kolaborasi dengan Disparbud Kabupaten Kepulauan Anambas. Ia berharap kegiatan edukasi budaya serupa dapat terus dilakukan untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Melayu.

Sementara itu, Plt. Kepala Disparbud Kabupaten Kepulauan Anambas, Hani Muzwati, menyambut baik kunjungan sekaligus kegiatan edukasi yang dilaksanakan Geram Kepri Bersatu.

Hani memberikan apresiasi kepada generasi muda yang masih memiliki kepedulian dan kemauan untuk mengangkat serta melestarikan budaya warisan Melayu.