“Jangan sampai proyek sebesar ini hanya sebatas seremonial, sementara manfaat nyata bagi masyarakat belum terasa,” tegas Bupati.

Karena proyek ini menggunakan dana APBN, Pemkab Anambas berencana segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan maupun pihak pelaksana proyek.

“Kami akan sampaikan langsung ke Kementerian Perhubungan. Ini proyek pusat, jadi harus ada perhatian khusus. Jangan sampai uang negara terbuang percuma,” tambahnya.

Masyarakat Jemaja Timur sejatinya menaruh harapan besar terhadap pelabuhan tersebut.

Dengan beroperasinya Ro-Ro, akses transportasi laut antarpulau diharapkan lebih lancar, biaya distribusi barang lebih murah, dan peluang ekonomi lokal semakin terbuka.

Namun, sejumlah warga mengaku khawatir pelabuhan tidak bisa dimanfaatkan maksimal jika kondisinya tetap seperti sekarang.

“Kalau sudah diserahkan tapi kondisinya masih begini, tentu kami khawatir,” kata seorang warga.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan akan terus mengawal persoalan ini.