Hasil kaji cepat di lapangan menunjukkan bahwa robohnya rumah dipicu oleh kondisi tiang bangunan yang sudah rapuh dan tidak tertancap kuat di dasar tanah.

Intensitas banjir rob yang terjadi dalam beberapa hari terakhir turut mempercepat kerusakan hingga bangunan tidak mampu lagi menahan terpaan air pasang.

Pemilik rumah, Kohi, mengakui bahwa kondisi bangunan telah miring sejak lama akibat sering terendam air laut, namun belum sempat dilakukan perbaikan.

“Sudah lama miring karena air pasang, tapi belum ada perbaikan,” ujar Kohi singkat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Madison, S.Pd, memastikan bahwa penanganan darurat telah dilakukan sesuai prosedur dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“TRC BPBD sudah melakukan evakuasi, pengamanan barang, serta kaji cepat untuk mendata kerugian. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini,” ungkap Madison.

Ia mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir agar lebih waspada terhadap potensi banjir rob dan cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

“Warga yang tinggal di rumah panggung di pesisir agar rutin memeriksa kondisi tiang dan struktur bangunan. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada BPBD atau aparat setempat,” pungkasnya.

Akibat kejadian tersebut, satu keluarga terpaksa mengungsi sementara dan membutuhkan bantuan kebutuhan dasar seperti pakaian, selimut, serta kasur.

Proses penanganan melibatkan TRC BPBD Palmatak, petugas Pemadam Kebakaran Palmatak, dan masyarakat setempat. Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali.