HARIAN MEMO KEPRI, TANJUNGPINANG – Melihat tidak terurus nya Situs Peninggalan dan Benda Cagar Budaya (BCB), Lembaga Amanah Riau Hulu Kuala (Laruka) Tanjungpinang melaksanakan gotong royong dan penggantian kain penutup batu nisan makam tua di Kota Rebah dan Sei Carang, Selasa, (29/2017). “Ini memang merupakan program kita, membersihkan dan merawat situs BCB adalah tugas kita bersama,”ucap Ketua Laruka Tanjungpinang, Daeng Marzuki. Dikatakannya juga, beberapa BCB akan dikunjungi dan dibersihkan sehingga akan menjadi salah satu penunjang pemasukan pemerintah dari bidang Pariwisata. “Bagaimana mau datang wisatawan ke sini (BCB-red), tempat kotor dan jadi tempat mesum siapa yang berkunjung, Kita lihat juga Pemerintah setempat pun kurang perduli terhadap BCB yang ada,”katanya. Anggota Laruka terlihat mengganti Kain Nisan di Komplek Daeng Celak (dok. Laruka) Dia juga mengatakan, beberapa BCB juga banyak terlihat rusak, seperti di Komplek Makam Tua di Kota Rebah. “Meski banyak yang rusak, tidak terurus dan seringnya menjadi tempat mesum, Kota Rebah sering tidak terpantau, sering kita patroli malam sukarela mengusir anak-anak muda yang diduga berbuat mesum di gubuk-gubuk di Kota Rebah,”lanjutnya. Dia berharap, Instansi terkait dalam hal ini Pemerintah Kota Tanjungpinang mengaktifkan kembali Juru Pelihara, sehingga tindakan merusak dan melakukan tindak asusila di area BCB dapat dihilangkan, sehingga terlestari BCB yang ada hingga anak cucu.(CR003).