Harian Memo Kepri | Nasional —USIANYA  memang sudah tak lagi muda, 61 tahun. Satu usia yang pada kebanyakan orang sudah memasuki masa pensiun dan menikmati hari tua. Tetapi itu tidak berlaku bagi Peter van Tuijil, Direktur Nuffic Neso Indonesia. Justru pada usianya tersebut, ia ingin berbuat lebih banyak lagi terutama bagi generasi muda.

Karena itu, ketika dua tahun lalu ditunjuk untuk membawahi Nuffic Neso Indonesia, Peter menerima dengan suka cita. Baginya bekerja di Indonesia tidak hanya pulang ke rumah keduanya, tetapi juga menjadi kesempatan  berjumpa lebih banyak lagi generasi-generasi muda.

“Saya suka sekali bekerja dengan generasi muda, termasuk anak-anak muda Indonesia,” kata Peter baru-baru ini.

Dia mengatakan, bahwa generasi muda adalah harapan masa depan bangsa. Itu sebabnya Indonesia harus menyiapkan lebih banyak lagi generasi muda berkualitas salah satunya melalui pendidikan.

“Indonesia akan jauh lebih maju jika generasi mudanya memiliki kualitas bagus. Dan saya akan dengan senang hati membantu generasi muda Indonesia untuk mendapatkan pendidikan kelas dunia,” lanjut Peter.

Suami dari Dewi Suralaga, wanita asal Bandar Lampung ini mengakui, bahwa Indonesia ibaratnya adalah rumah kedua dalam hidupnya setelah Belanda. Di Negara ini, Peter tidak hanya berjumpa dengan perempuan yang kini menjadi istrinya. Tetapi di Negara ini pula Peter berkenalan dengan banyak tokoh yang visioner seperti Gus Dur (Abdurrahman Wahid) dan Adnan Buyung Nasution.

Bahkan saking dekatnya dengan Gus Dur, pernikahannya dengan Dewi Suralaga pada 1990, salah satu saksinya adalah Gus Dur. “Saya mengenal baik Gus Dur baik secara pribadi maupun urusan pekerjaan,” tambahnya.

SUKA INDONESIA

Peter bukan baru mengenal Indonesia. Jauh sebelum berjumpa dengan sang istri, Peter yang memiliki hobi renang, main piano dan masak, sudah banyak terlibat dalam proyek bantuan pembangunan untuk Indonesia melalui NGO Forum on Indonesian Development sejak tahun 1986 hingga 1989 (zamannya Presiden Soeharto). Pada masa itu Peter tidak sekali dua kali mengunjungi Indonesia untuk berbagai proyek pembangunan.

“Sejak pertama datang ke Indonesia, saya langsung menyukai Indonesia. Ini adalah Negara dengan berbagai kelebihan menurut saya,” jelas Peter.

Kecintaannya pada Indonesia tersebut makin sempurna setelah beristrikan orang Indonesia dan tinggal untuk waktu yang cukup lama di Negara yang berada dibawah garis khatulistiwa tersebut. Peter bertemu pertama kali dengan Dewi saat bertugas di Washington DC, Amerika Serikat. Pasca pernikahannya, pasangan tersebut tinggal di Belanda untuk 10 tahun kemudian.

“Saya masih kewarganegaraan Belanda dan istri kewarganegaraan Indonesia. Itu tidak jadi masalah dalam hubungan kami,” tegas Peter.

sumber | dok. | poskotanews.com