Nasional – Untuk menetapkan awal bulan Syawal 1443 H, Kementrian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang Isbat hari raya idul fitri pada Minggu ( 01/05 ).

Sidang yang berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kemenag ini akan diawali dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag. Penentuan Lebaran 2022 berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis atau hisab dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal atau rukyatul hilal.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag RI Kamaruddin Amin menjelaskan, pelaksanaan dan hasil sidang isbat akan mempertimbangkan informasi yang telah diperoleh.

“Sidang akan digelar secara hybrid, yakni daring dan luring. Sebagian peserta hadir di lokasi acara, sebagian mengikuti secara online melalui Zoom Meeting,” ujar Kamaruddin, dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Rabu ( 20/04 ).

Adapun sidang isbat awal Syawal 1443 H akan dihadiri sejumlah Duta Besar Negara Sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Adapun MABIMS adalah kepanjangan dari Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Menurut kriteria baru MABIMS, secara astronomis hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Melalui pemantauan hilal dan sidang isbat pada 1 Mei 2022 tersebut, pemerintah akan menetapkan kapan hari raya Idul Fitri 2022.

“Pada hari rukyat, 29 Ramadhan 1443 H, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk dan di atas kriteria baru MABIMS. Semua sistem sepakat bahwa ijtimak (saat berakhirnya Bulan lama dan muncul Bulan baru) menjelang Syawal jatuh pada Minggu, 1 Mei 2022 M atau bertepatan dengan 29 Ramadhan 1443 H,” tuturnya.