Bahwa lokasi ini seperti terdapat pelabuhan dan satu buah perkampungan, yang padahal tidak lagi berpenduduk dan tidak terdapat bengunan seperti yang diceritakan.
Baca Juga: Ikan Kaci Jadi Primadona di Lingga, Harga 1 Kilogram Capai Rp40 Ribu, Pantaskah?
Sayangnya ini belum dapat dibuktikan secara sejarah kebenarannya, akan tetapi menurut cerita warga yang sering melakukan aktifitas disekitar lokasi ini pernah beberapa kali menemukan barang antik dan susunan batu berbentuk sebuah bangunan lama, yang apabila digambarkan dalam cerita dari mulut ke mulut terdengar agak sedikit menyeramkan.
Memang jika dilihat secara langsung, lokasi ini seperti pernah dihuni oleh masyarakat pada sebelumnya, ditambah cerita lainnya oleh beberapa nelayan yang sering menjaring ikan atau memasang bubu kepiting di wilayah ini, kadang mendengar suara seperti orang menangis, mengobrol, dan kadang menjerit merintih.
Ini jugalah yang menjadi salah satu alasan para orang tua yang tinggal di Desa Linau dan sekitarnya, selalu berpesan terutama kepada para remaja yang mengunjungi lokasi ini agar tidak membuat hal sembarangan sebab takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Cerita ini didapat dari para tetua yang tinggal di Desa Linau khususnya, dan ada banyak lagi cerita yang belum sempat tersampaikan secara gamblang.

