Meski demikian, Wamenpar menyoroti beberapa kekurangan, seperti minimnya toilet umum di sejumlah titik strategis dan kendala teknis dalam pengelolaan sampah di TPS3R.

“Saya melihat toilet di dermaga tidak memiliki air. Selain itu, saya tidak menemukan toilet umum di beberapa titik tertentu. Untuk pengelolaan sampah di TPS3R, kendalanya adalah daya listrik yang tidak mencukupi untuk mengoperasikan mesin,” jelasnya.

Dalam kunjungannya, Wamenpar juga meninjau beberapa lokasi destinasi wisata yang berpotensi menjadi bagian dari pilot project gerakan wisata bersih.

“Pulau Penyengat tampaknya cocok menjadi salah satu pilot project di Kepri dalam gerakan wisata bersih yang akan diketuai oleh Deputi Bidang Destinasi,” ungkapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hariyanto, menambahkan bahwa gerakan wisata bersih ini akan menjadi program nasional yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dengan dukungan mitra strategis.

“Sejumlah mitra strategis sudah menyatakan komitmennya. Saat peluncuran nanti, akan ada surat pernyataan bersama untuk mendukung gerakan wisata bersih ini,” tutup Hariyanto.