HARIANMEMOKEPRI.COM — Mungkin banyak yang belum tahu di Sumatera Barat terdapat banyak suku dari mana asal usulnya.

Nah kali ini kita mengulas sedikit tentang asal usul nama suku yang ada di Sumatera Barat.

Di awali dengan asal usul suku Sumatera Barat yaitu

Baca Juga: Trisha Eugelica Ungkap Rasa Cinta Setelah Sang Ayah Ferdy Sambo Dapat Hukuman Mati

1. Suku Koto.
A. A. Navis dalam bukunya berjudul Alam Terkembang Jadi Guru menyatakan bahwa nama Suku Koto berasal dari kata koto yang berasal dari bahasa Sansekerta kotta yang artinya benteng, dimana dahulu benteng ini terbuat dari bambu.

Di dalam benteng ini terdapat pula pemukiman beberapa warga yang kemudian menjadi sebuah koto yang juga berarti kota, dalam bahasa Batak disebut huta yang artinya kampung.

Dahulu Suku Koto merupakan satu kesatuan dengan Suku Piliang tapi karena perkembangan populasinya maka paduan suku ini dimekarkan menjadi dua suku yaitu suku Koto dan suku Piliang.

Baca Juga: Kondisi Terkini Ardhito Pramono Paska Pingsan di Panggung, Ungkap Sebab Utamanya

Suku Koto dipimpin oleh Datuk Ketumanggungan yang memiliki aliran Aristokratis Militeris, dimana falsafah suku Koto Piliang ini adalah Manitiak dari Ateh, Tabasuik dari bawah, batanggo naiak bajanjang turun Datuk Ketumanggungan gadang dek digadangan Besar karena diagungkan oleh orang banyak),sedangkan Datuk Perpatih Nan Sebatang tagak samo tinggi, duduak samo randah

Gelar Datuk Suku Koto adalah Datuk Tumangguang, gelar ini diberikan kepada Ir. Tifatul Sembiring oleh warga suku Koto Kanagarian Guguak-Tabek Sarojo, Bukittinggi

Baca Juga: MPASI yang Nutrisi Lengkap dan Enak untuk Si Kecil, Cek Cara Pembuatannya

Datuk Bandaro Kali, gelar ini pernah akan dinobatkan kepada Menteri Pariwisata Malaysia, Dr. Rais Yatim yang berdarah Minang tapi beliau menolaknya lantaran akan sulit baginya untuk terlibat dalam kegiatan suku Koto nagari Sipisang setelah beliau dinobatkan.

Datuk Sangguno Dirajo, Datuk Panji Alam Khalifatullah, gelar ini dinobatkan kepada Taufik Ismail karena beliau seorang tokoh berdarah Sumatera Barat Suku Koto yang telah mempunyai prestasi di bidang seni dan kebudayaan dan Datuk Patih Karsani

Baca Juga: Bulan Puasa Tinggal Hitungan Hari Takjil Pancake Durian Bisa Jadi Pilihan

Suku Koto ini mengalami pemekaran menjadi beberapa pecahan suku yaitu: Tanjung Koto, Koto Piliang di nagari Kacang, Solok,

Koto Dalimo, Koto Diateh, Koto Kaciak, Koto Kaciak 4 Paruaik di Solok Selatan, Koto Tigo Ibu di Solok Selatan, Koto Kampuang, Koto Kerambil, Koto Sipanjang, Koto sungai guruah di Nagari Pandai Sikek (Tanah Data), Koto gantiang di Nagari Pandai Sikek (Tanah Data).

Baca Juga: Sisi Lain 30 Tahun Dewa 19 dan Ahmad Dhani Berkarya, Cek Faktanya

Koto tibalai di Nagari Pandai Sikek (Tanah Data), koto limo paruik di Nagari Pandai Sikek (Tanah Data), koto rumah tinggi di nagari Kamang Hilir (Agam), koto rumah gadang, di nagari Kamang Hilir (Agam),

Koto sariak, koto kepoh, koto tibarau, koto tan kamang/koto nan batigo di nagari Kamang Hilir (Agam), Koto Tuo di Kenegerian Paranap, Inderagiri Hulu dan koto Baru di Kenegerian Paranap, Inderagiri Hulu

2. Suku Piliang
adalah salah satu suku (marga) yang terdapat dalam kelompok suku Sumatera Barat.

Suku ini merupakan salah satu suku induk yang berkerabat dengan Suku Koto membentuk Adat Ketumanggungan yang juga terkenal dengan Lareh Koto Piliang.

Baca Juga: Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Ditetapkan UNESCO Sebagai Warisan Dunia, Cek Faktanya

Menurut AA Navis, kata Piliang terbentuk dari dua kata yaitu Pele artinya banyak dan Hyang artinya Dewa atau Tuhan jadi Pelehyang artinya adalah banyak dewa. Ini menunjukkan bahwa di masa lampau, suku Piliang adalah suku pemuja banyak dewa, yang barangkali mirip dengan kepercayaan Hindu.

Suku Piliang ini mengalami pemekaran menjadi beberapa pecahan suku yaitu:

Piliang Guci (Guci Piliang di nagari Koto Gadang, Agam), Pili di Nagari Talang, Sungai Puar (Agam), Koto Piliang di nagari Kacang, Solok dan Lubuk Jambi, Kuantan Mudik, Riau, Piliang Laweh (Piliang Lowe) di Kuantan Singingi, Piliang Sani (Piliang Soni) di Kuantan Singingi, Riau dan nagari Singkarak, Solok.

Baca Juga: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Lepas Keberangkatan Satgas Kemanusiaan Bantu Korban Gempa di Turki

Piliang Baruah, Piliang Bongsu,Piliang Cocoh,Piliang Dalam, Piliang Koto, Piliang Koto Kaciak, Piliang Patar, Piliang Sati, Piliang Batu Karang di nagari Singkarak, Solok, Piliang Guguak di nagari Singkarak, Solok Piliang Atas (Kuantan Singingi), Piliang Bawah (Kuantan Singingi), Piliang Godang (Piliang Besar) dan Piliang Kaciak (kecil)

Suku Piliang ini banyak menyebar ke berbagai wilayah Sumatera Barat yaitu Tanah Datar, Agam, Lima Puluh Kota, Solok, Riau,Padang dan beberapa daerah lainnya.

Dari beberapa sumber, diketahui tidak terdapat suku ini di Pesisir Selatan dan Solok Selatan.

Baca Juga: Inilah Lirik lagu Ikan Dalam Kolam Yang lagi Viral di Aplikasi Tik Tok

Di bawah payung suku Koto-Piliang, terdapat banyak suku lain yang bernaung, diantaranya adalah suku Tanjung, suku Guci, suku Sikumbang, Suku Malayu, Suku Kampai, Suku Panai, Suku Bendang. Suku Piliang berdatuk kepada Datuk Ketumanggungan di zaman Adityawarman.

3. Suku Bodi
berasal dari kata Budi atau pohon Bodhi, sebuah pohon yang sering dijadikan oleh pertapa Buddhist.

Konon dulu suku ini adalah penganut Buddhisme yang taat termasuk Datuk Perpatih Nan Sebatang sendiri. suku ini sudah menempati wilayah Sumatera Barat jauh sebelumnya datangnya agama Islam. Bahkan dapat dikatakan bahwa suku ini termasuk pendiri adat Sumatera Barat atau suku nenek moyang orang Sumatera Barat.

Baca Juga: 7 Penyebab Kenapa Anda Belum Juga Menikah Sampai Sekarang, Berikut Penjelasannya

Suku Bodi dan suku Caniago tidak banyak melakukan pemekaran suku sebagaimana suku lainnya yaitu Suku Melayu, Suku Tanjung, Suku Koto dan lainnya.

Suku ini terkenal kompak, barangkali disebabkan faktor adat Perpatih yang mereka anut.Diantara gelar datuk suku Bodi adalah Datuk Sinaro Nan Bandak

Suku Bodi di daerah lain ada yang disebut dengan Suku Budi Caniago atau Suku Bodi Caniago, misalnya di Kenegerian Lubuk Jambi, Kuantan Mudik, Riau.

Baca Juga: Berikut ini Sinopsis Waktu Maghrib Produksi Rapi Film Bergenre Horor

Suku ini tidak banyak tersebar di wilayah Sumatera Barat yang lain seperti halnya saudara dekatnya sendiri yaitu Suku Caniago, Suku Koto dan Suku Piliang. Suku ini kebanyakan terdapat di Kabupaten Tanah Datar (Padang), Padang Pariaman, Bayang dan Tarusan (Pesisir Selatan), dan beberapa nagari lain di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, dan perantauan orang Minang.

Suku ini mengalami pemekaran menjadi beberapa pecahan suku yaitu:
Tanjung Pisang (Tanjung Sipisang), Tanjung Simabua, Tanjung Guci, Tanjung Kaciak (Tanjung Ketek), Tanjung Sikumbang, Tanjung Koto, Tanjung Gadang, Tanjung Payobada, Tanjung Sumpadang (Tanjung Supadang), Tanjung Batingkah, Panai Tanjung.***