Meski kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Provinsi Kepri baru 4%, Ansar menegaskan pemerintah akan terus mendorong pengembangan pariwisata sebagai penggerak ekonomi.

Pulau Penyengat, lanjutnya, memiliki kontribusi historis besar bagi bangsa Indonesia.

Pulau Penyengat ini dikenal sebagai pusat lahirnya bahasa Indonesia dan sejumlah karya monumental, termasuk Gurindam 12.

“Kehadiran Menteri Pariwisata di sini menunjukkan Kepri bisa menjadi lumbung ekonomi melalui sektor pariwisata unggulan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan nilai historis dan kultural Pulau Penyengat yang mendalam.

Desa ini mencerminkan integrasi antara kekayaan budaya, nilai religius, dan potensi ekonomi masyarakat.

“Pulau ini sangat tepat dijadikan lokasi simbolis untuk menegaskan komitmen penguatan pariwisata halal,” kata Menpar Widiyanti.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara BPJPH, Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang, dan masyarakat setempat.

“Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk mendukung pengembangan desa wisata dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai destinasi pariwisata ramah muslim,” pungkasnya.