Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan nilai historis dan kultural Pulau Penyengat yang mendalam.

Desa ini mencerminkan integrasi antara kekayaan budaya, nilai religius, dan potensi ekonomi masyarakat.

“Pulau ini sangat tepat dijadikan lokasi simbolis untuk menegaskan komitmen penguatan pariwisata halal,” kata Menpar Widiyanti.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara BPJPH, Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang, dan masyarakat setempat.

“Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk mendukung pengembangan desa wisata dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai destinasi pariwisata ramah muslim,” pungkasnya.