“Hari ini kita menyaksikan bagaimana tradisi Ramadan diperkaya melalui Kurma 2025. Kegiatan ini menghadirkan ekosistem yang menghubungkan pelaku UMKM, ekonomi berbasis budaya, digitalisasi keuangan, serta penguatan literasi keislaman,” ujar Fadli Zon.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan kebudayaan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 32 UUD 1945 Ayat 1.

Fadli Zon turut mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam melestarikan budaya.

Ia menyebut, penghargaan kebudayaan yang diterima Gubernur Ansar Ahmad pada Desember 2024 lalu menjadi bukti nyata upaya tersebut.

Selain itu, Fadli Zon menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pendirian Monumen Bahasa dan Museum Bahasa Indonesia di Pulau Penyengat.

“Saya akan menyampaikan hal ini kepada pemerintah pusat, termasuk kepada Presiden. Bahasa Indonesia yang menjadi tonggak persatuan kita lahir dari Kepulauan Riau,” tegasnya.

“Kita sangat mendukung ini, Pak Gubernur. Mudah-mudahan visi besar ini segera terwujud. Pulau Penyengat bisa menjadi center of gravity bahasa Indonesia,” tambah Fadli.