Wisman asal Singapura juga tumbuh 4,06 persen, mengokohkan posisinya sebagai pasar terbesar Kepri.
Singapura tetap mendominasi dengan 81.244 kunjungan atau 46,19 persen dari total wisman, diikuti oleh Malaysia dengan 42.626 kunjungan.
Sementara itu, kunjungan dari Tiongkok melonjak 32,45 persen dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan meningkatnya ketertarikan wisatawan Negeri Tirai Bambu pada destinasi-destinasi di Kepri.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyambut baik perkembangan tersebut. Lonjakan 27,47 persen ini menandai keberhasilan strategi pariwisata Kepri.
Meskipun ada sedikit penurunan bulanan, tren tahunan menunjukkan pemulihan yang sangat kuat.
Kenaikan di Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun membuktikan upaya diversifikasi destinasi sudah berjalan di jalur yang tepat.
“Kami akan terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman wisata terbaik bagi para tamu,” kata Hasan
Pergerakan wisatawan domestik juga memberikan kontribusi signifikan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kepri mencapai 3,54 juta perjalanan, tumbuh 24,91 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

