“Pecinta pencak silat maupun para pesilat diharapkan mengambil peran dalam kegiatan ini, yang pada gilirannya menambah spirit kompetisi untuk memajukan pencak silat, khususnya pencak silat tradisional sebagai budaya leluhur suku bangsa Melayu Nusantara, untuk terus berjaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” lanjut Andri.

Sementara itu, Kadisbudpar Tanjungpinang Muhamad Nazri mengatakan bahwa membudayakan kembali Silat Tradisi sebagai warisan budaya tak benda masyarakat Indonesia serta menjalin silaturahmi antar insan pencak silat dalam ikatan kebersamaan memajukan pencak silat Indonesia adalah hal yang penting.

“Memperkenalkan Festival Seni Silat Tradisi di masyarakat sekaligus untuk mendukung program kerja Lembaga Adat Melayu dalam membina dan menjaga warisan budaya tradisi suku bangsa Melayu di Tanjungpinang dalam Kawasan Melayu Serumpun,” ucap Nazri.

Festival Silat Serumpun berlangsung selama tiga hari, 4-6 Juli 2024, dan akan menampilkan berbagai kompetisi kehebatan serta keindahan dari para pesilat.

“Peserta lomba silat diikuti oleh 60 pesilat dan 280 orang dari berbagai perguruan di kota Tanjungpinang turut meramaikan festival ini,” terang Nazri.

Selain peserta dari dalam negeri, terdapat pula peserta asal Malaysia dan Singapura yang turut serta pada Festival Pencak Silat Serumpun.