Aksi Gotong Royong ini, kata Salman, bukan kegiatan terakhir yang dilakukan Disbudpar Kota Tanjungpinang bersama organisasi pemuda dan masyarakat wisata Pulau Penyengat, rencananya akan dilakukan setiap bulan dengan lokasi objek wisata yang berbeda.

“Setelah ini, akan dibentuk kelompok bersih Penyengat. Kalau kita jaga dan lakukan bersama, Insya Allah kawasan wisata pasti bersih, nyaman, dan menarik wisatawan untuk berkunjung,” ujar Salman.

Baca Juga: Novriansyah Jabat Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Sudiharjo Pindah Kejati Riau

Salah satu peserta pelatihan, Tohar Fahlevy mengharapkan, dengan adanya Aksi Gotong Royong ini masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, terlebih lagi di laut.

“Untuk menjaga kawasan wisata Pulau Penyengat ini selalu bersih, kita harus saling memantau serta saling mengingatkan. Mulailah tertib dengan sampah. Karena tempat sampah itu sudah disiapkan,” tegas Fahlevy.

Menurutnya, kalau ada yang bilang pemerintah itu tidak peduli, sebetulnya pemerintah itu sangat-sangat peduli dengan wisata Pulau Penyengat ini. Hanya saja, mindset masyarakatnya belum semua terbuka.