Ardiansyah mencatat, warga Kalimantan perantauan yang terdaftar di Tanjungpinang berjumlah sekitar 60 orang, namun jumlah sebenarnya diyakini lebih banyak. Jika digabung dengan perantau di Bintan dan Batam, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 150 orang.

Ketua Forum Dayak PKBKB (Persatuan Keluarga Besar Kalimantan Barat), Rusmadi, turut memberikan apresiasi atas kegiatan ini.

Menurutnya, animo masyarakat yang tinggi menjadi dorongan untuk membuat acara yang lebih besar di masa mendatang.

“Event ini terus tumbuh dari tahun ke tahun. Harapan kami, pada 2026 seluruh komunitas Borneo di Kepri bisa ambil bagian. Ini bukan hanya soal budaya, tapi juga persatuan dan kontribusi untuk daerah,” ujar Rusmadi.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat Kalimantan dalam pembangunan daerah, khususnya Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri.

“Lewat budaya, kita ingin memberi energi positif untuk negeri ini. Forum Dayak PKBKB akan terus menjadi mitra pemerintah dalam memajukan daerah,” katanya.