Sembilan program prioritas diantaranya, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan pelayanan publik berbasis digital.
Pemko juga memberi perhatian pada pengembangan kegiatan kepemudaan, seni, dan olahraga, penataan ruang terbuka hijau, peningkatan kualitas kehidupan beragama, serta pemberdayaan kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Meski demikian, Lis mengakui adanya tantangan, salah satunya adalah penurunan pendapatan APBD Tanjungpinang dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan defisit anggaran.
Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat pembangunan.
“Kondisi ini jangan menjadi penghalang. Seperti yang dikatakan Mohammad Hatta, pengalaman masa lalu harus menjadi petunjuk, bukan belenggu,” tegas Lis.
Ia juga meminta Bappelitbang untuk lebih melibatkan asosiasi pengusaha, KADIN, REI, dan Himperra dalam konsultasi publik berikutnya, agar penyusunan RPJMD selaras dengan rencana pengembangan sektor ekonomi di masa depan.

