“Untuk sebaliknya, dari arah Kampung Bugis bisa melewati Kantor Kejati dan tembus ke simpang empat Istana Kota Rebah, Jalan Sungai Timun,” jelasnya.

Ruslan menuturkan bahwa saat ini stakeholder terkait masih akan melakukan persiapan terlebih dahulu, serta simulasi oleh jajaran Dishub dan Kepolisian sebelum akhirnya ditutup pada 19 Juni mendatang.

Pembangunan proyek tersebut dikabarkan akan rampung sekitar bulan Oktober 2024, namun jika ada percepatan maka diprediksi akan selesai lebih cepat pada Agustus 2024 sehingga arus jalan bisa segera diakses.

“Kalau dihitung dari simpang empat sampai ke jembatan Tanjung Lanjut, penutupan arus jalan ini sepanjang 1,5 km,” tuturnya.

Ia berharap agar masyarakat yang berdomisili di Senggarang maupun Kampung Bugis dapat mendukung penutupan akses jalan tersebut dengan tidak melewati lokasi pembangunan dan menggunakan jalan alternatif yang sudah disediakan.

“Selain itu, bagi warga yang berdomisili di Tanjungpinang yang melakukan aktivitas (bekerja) di Senggarang dan sekitarnya untuk turut memaklumi penutupan jalan ini agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu,” pungkasnya.