Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, selaku Ketua Satgas BGN Kepri, menyebutkan bahwa pelaksanaan program MBG di Kepri telah mencapai 87 persen.

Ia juga mengungkapkan terdapat tambahan 37 SPPG baru yang diperuntukkan bagi sejumlah daerah sesuai dengan penetapan yang telah dilakukan.

“Saat ini ada tambahan 37 SPPG baru untuk daerah-daerah yang sudah ditentukan,” kata Nyanyang.

Meski capaian pelaksanaan program terus meningkat, ia mengingatkan pentingnya pemerataan layanan, terutama di daerah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses.

Kabupaten Lingga menjadi salah satu wilayah yang memerlukan perhatian karena masih menghadapi persoalan stunting yang cukup tinggi.

Nyanyang berharap perluasan dapur SPPG dapat membantu memastikan anak-anak di wilayah tersebut memperoleh makanan bergizi secara berkelanjutan.

“Kami mohon perhatian untuk daerah 3T lainnya, karena ada daerah seperti Lingga yang perlu penanganan, mengingat angka stuntingnya cukup tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyatakan dukungan Pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah.

Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan program tersebut perlu didukung pengelolaan dapur yang memenuhi standar dan ketentuan BGN.

Lis menyebutkan terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi bahan evaluasi agar pelayanan SPPG di Tanjungpinang dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ada beberapa catatan yang mungkin perlu kami sampaikan sebagai masukan untuk pembenahan agar memenuhi standar gizi yang ditetapkan BGN pusat,” ujarnya.