“Walaupun anggaran kita sangat terbatas, pendidikan tetap kita prioritaskan. Mudah-mudahan pada 2027 program beasiswa pendidikan bisa terus dilaksanakan dan jumlahnya semakin banyak,” katanya.
Selain sektor pendidikan dan kesehatan, Teddy menilai pemberdayaan masyarakat juga perlu mendapat perhatian.
Ia mendorong Geram Kepri untuk memiliki program yang dapat meningkatkan keterampilan, kompetensi, sekaligus kemandirian ekonomi para anggotanya.
Salah satu yang diusulkan yakni pelaksanaan pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam), UMKM, kewirausahaan, serta berbagai keterampilan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha.
Menurut Teddy, peningkatan kapasitas melalui pelatihan dapat membuka peluang kerja sekaligus membantu masyarakat mengembangkan usaha secara mandiri.
“Geram Kepri harus bisa menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi anggotanya. Salah satunya melalui pelatihan-pelatihan yang memiliki sertifikasi dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, sehingga anggota lebih mudah ketika melamar pekerjaan maupun ketika ingin membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Ia menilai pelatihan Satpam dapat menjadi salah satu pilihan bagi anggota yang ingin meningkatkan kompetensi dan membuka peluang kerja di bidang pengamanan. Sementara pelatihan UMKM dan kewirausahaan diharapkan dapat membantu anggota yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha.
Teddy juga mendorong agar program pelatihan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di Kepulauan Riau.

