Harianmemokepri | Tanjungpinang – Ratusan orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, mahasiswa-mahasiswi dan ormas se Kota Tanjungpinang hadir dalam rangka deklarasi menolak unjuk rasa anarkis, terorisme dan radikalisme, serta mendukung pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 di Lapangan Pamedan, Kamis ( 17 / 10).
Seluruh peserta deklarasi ini menandatangani partisi yang sudah disiapkan sebagai wujud keseriusan dalam menolak tema yang telah disebutkan.
Ketua pelaksana Pandi Ahmad mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII) Tanjungpinang-bintan mengatakan bahwa tujuan kegiatan deklarasi ini adalah sebagai pemersatu masyarakat di Kota Tanjungpinang agar tidak mudah terprovokasi dengan beredarnya isu yang tidak benar menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih dalam waktu dekat.
“Tentu dengan adanya kegiatan ini kami berharap selalu menjaga kedamaian, aman dan kondusif, karna kita selaku mahasiswa dan masyarakat melihat sebentar lagi adanya pelantikan presiden kita tidak ingin bangsa kita terpecah belah”
“Saat ini banyak masyarakat serta oknum yang tidak senang dengan adanya salah satu calon yang akan dilantik dan tentu ini menjadi semangat kita bersama untuk terus menjaga keutuhan NKRI dan menjaga Pancasila,” kata Pandi.
“Kami dari mahasiswa PMII sendiri akan mendukung pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih karena kita hidup bernegara ini mempunyai konstitusi, undang-undang dan aturan yang berlaku, dan kita sebagai masyarakat harus taat aturan, kami siap mendukung dan mensukseskan kegiatan pelantikan ini,” tutup Pandi.
Penulis | Indrapriyadi









