HARIANMEMOKEPRI.COM — Satpol PP Tanjungpinang memberikan peningkatan kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang, Senin (11/2023).
Dalam peningkatan kapasitas Satlinmas, diawali dengan upacara bersama yang dihadiri langsung Kasatpol PP Tanjungpinang Abdul Kadir Ibrahim dan Pj Walikota Tanjungpinang Hasan.
Baca Juga: Kodim 0315 Tanjungpinang Bersama Pemda Gotong Royong Atasi Banjir Serta Mencegah Wabah Penyakit
Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari kedepan sejak tanggal 11 s/d 14 Desember 2023 dengan libatkan 1.402 peserta terdiri dari Satgas Linmas Kecamatan, Kelurahan se Kota Tanjungpinang.
Pada kesempatan itu, Pj Walikota Tanjungpinang Hasan mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas ini dalam rangka persiapan Pemilu 2024 mendatang.
Dimana Satlinmas memiliki peran penting dalam menjaga ketentraman, ketertiban dan keamanan masyarakat saat Pemilu maupun Pilkada 2024 berlangsung.
“Hari ini mereka semua diberikan pelatihan, karena dua bulan lagi sudah masa pencoblosan,” ujarnya.
Baca Juga: Pesta Pemilu 2024 Menurut Pandangan Generasi Muda Tanjungpinang
Pj Walikota Tanjungpinang Hasan melanjutkan 1.402 Satlinmas ini nantinya akan bertugas di seluruh TPS di Kota Tanjungpinang.
“Saya harap mereka bisa mengamankan kondusifitas di wilayah TPS. Karena nanti ada pilpres, pileg DPD, DPR RI, DPRD provinsi dan kota,” lanjut Hasan.
Hasan berharap dukungan dan kolaborasi semua pihak sehingga pelaksanaan Pemilu mendatang dapat berjalan dengan damai dan sukses
“Karena Linmas merupakan ujung tombak ketertiban masyarakat. Bersama TNI Polri kita bergandengan tangan untuk mensukseskan Pemilu dan Pilkada 2024,” ucap Hasan
Sementara itu, Kasatpol PP Kota Tanjungpinang Abdul Kadir Ibrahim menyampaikan, dari 1.402 satlinmas ini, nantinya akan bertugas 2 orang disetiap TPS. Dan perdana di Kota Tanjungpinang seluruh Satlinmas dapat dikumpulkan
Akib sapaan akrabnya menyampaikan, Satlinmas ini merupakan pilihan dari pihak Kelurahan di Tanjungpinang. Syaratnya usia 55 tahun kebawah, selama 4 hari para peserta diberikan pelatihan.
“Nanti kita beri pemahaman tentang kondusifitas dan apa-apa saja yang dilarang dalam bertugas, karena dalam kegiatan ini juga bekerja sama dengan KPU dan bawaslu,” tuturnya.

