Baca Juga: Ikan Kaci Jadi Primadona di Lingga, Harga 1 Kilogram Capai Rp40 Ribu, Pantaskah?
Dirinya berharap semoga ke depan kegiatan ini tidak hanya merupakan pelestarian kebudayaan saja namun juga akan menjadi bagian dari event kepariwisataan di mana rangkaian kegiatan pada malam hari ini
“Perayaan dikemas dengan penampilan street art seni jalan jadi sengaja kita bikin di sini selain budaya Tionghoa juga kita berkolaborasi ada seni budaya dan Jawa kedua budaya di Cap Go Meh ini yaitu makan nasi kunyit bersama yang salah satu tradisi di malam Cap Go Meh yang merupakan akulturasi budaya warna emas atau kuning pada nasi kuning merupakan warna keberuntungan dianggap sebagai simbol kemakmuran dan kekayaan terkait. Pembiayaan kegiatan partisipasi event temporer pelestarian kesenian tradisional bersumber dari APBD Kota Tanjungpinang melalui DPA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” pungkasnya

