HMK, TANJUNGPINANG — Sejak menurunnya harga BBM Pertamax, Pertamax turbo dan Dexlite pada Selasa (03/2023) pukul 14:00 WIB, tidak berdampak pada SPBU di Kota Tanjungpinang.
Salah satunya di SPBU Soekarno Hatta (Batu Hitam) masih tampak sepi tidak ada peningkatan signifikan bahkan tidak ada satupun kendaraan yang mengisi Bahan Bakar Pertamax.
Suseno Manager SPBU Soekarno Hatta menjelaskan informasi dari Pertamina harga BBM Pertamax dan Dexlite mengalami penurunan di seluruh Indonesia
“Karena semua kebijakan masalah harga itu dari Pertamina jadi baru tadi sekitar jam 11:00 Wib siang diberikan informasi. Kami disini sebatas menyalurkan,” ujar Suseno, Rabu (04/2023).
Menanggapi dampak dari naik turunnya harga BBM dirinya mengatakan tidak terlalu berdampak karena wilayah BBK (Batam, Bintan dan Karimun) bukan karena wilayah Subsidi dan pasokan BBM pun masih seperti biasa.
“Kalau BBK seperti biasa naik pun paling 20 % misalnya belinya dulu 1 liter sekarang 12 atau 15 liter dampaknya ada tapi tidak terlalu signifikan. Dexlite jauh turunnya dari Rp 19 ribu menjadi Rp 16.800/liter sedangkan Pertamax saat ini berkisar Rp 13.392/liter,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, kembali melakukan penyesuaian harga jual produk-produk BBM non subsidi atau jenis bahan bakar umum (JBU). Harga baru yang berlaku per 3 Januari 2023 pukul 14.00 WIB. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
“Diputuskan hari ini harga Pertamax disesuaikan dari Rp 13.900 per liter menjadi Rp 12.800. Dibutuhkan koordinasi dan proses waktu dengan berbagai stakeholder, untuk melakukan penyesuaian harga, karena Pertamina bisnisnya luas dari hulu ke hilir, tidak seperti perusahaan yang hanya mengelola 5 pom bensin. Hal ini perlu dilakukan karena pemerintah harus ada dan mendukung ekonomi masyarakat,” jelas Erick saat melakukan peninjauan di salah satu SPBU Pertamina di jalan MT Haryono, Jakarta Selatan di lansir dari laman resmi Pertamina.

