Ia menjelaskan, pemilihan tema penelitian ini berkaitan erat dengan pentingnya pengelolaan ruang udara, khususnya pada FIR Jakarta yang memiliki nilai strategis tinggi.

“FIR Jakarta mencakup wilayah udara Indonesia bagian barat yang berbatasan langsung dengan jalur penerbangan internasional tersibuk serta kawasan choke point global seperti Selat Malaka,” ungkap Danseskoau.

Menurutnya, pengambilalihan FIR oleh Indonesia merupakan langkah strategis dalam mempertegas kedaulatan negara di ruang udara nasional.

Namun, hal tersebut perlu didukung dengan sistem manajemen yang terintegrasi agar pengendalian ruang udara dapat berjalan efektif.

“Konsep Civil Military Operation Management menjadi sangat relevan, sebagai pendekatan yang mengedepankan sinergi antara otoritas sipil dan militer dalam pengelolaan ruang udara serta unsur pertahanan negara,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung, menyampaikan bahwa wilayah Kepri memiliki luas mencapai 425.214,72 kilometer persegi yang terdiri dari lima kabupaten dan dua kota.