Menurutnya, sebagai masyarakat yang berbudaya dan beradab, sudah menjadi tugas semua untuk selalu memastikan kelestarian nilai-niai adat dan tradisi lokal.
“Di museum ini masyarakat bisa memahami, mengembangkan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan yang ada di Kota Tanjungpinang,” ujar Bambang.
Bambang mengajak masyarakat agar selalu menjadikan museum sultan sulaiman badrul alamsyah sebagai media rekreasi dan edukasi untuk mempelajari serta memahami sejarah perjuangan Kota Tanjungpinang tercinta ini.
Nilai-nilai kearifan yang ada di dalam Museum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai simbol identitas kehidupan masyarakat di kota Tanjungpinang.
Baca Juga: Bumdes Tingkat Nasional di Gelar Tiga Hari, Polres Bintan Libatkan Ratusan Personel Gabungan
“Dengan begitu, kita lebih mengenal jati diri kita sebagai masyarakat Kota Tanjungpinang. Semoga, di usia yang ke 14 ini, museum sultan sulaiman badrul alamsyah semakin maju dan dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat dan kota yang kita cintai ini,” tuturnya.

