HARIANMEMOKEPRI.COM — Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengapresiasi pelaksanaan Festival Moon Cake 2025 yang digelar di Jalan Merdeka, Tanjungpinang, pada Sabtu (4/10/2025) malam.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tanjungpinang-Bintan itu berlangsung meriah dengan nuansa merah yang khas.
Selain menampilkan perayaan budaya Tionghoa, acara ini juga disejalankan dengan bazar UMKM yang menampilkan beragam produk lokal.
Dalam sambutannya, Lis menilai festival ini menjadi bentuk nyata toleransi dan keberagaman yang sudah terjalin sejak lama di Kota Tanjungpinang.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini menjadi bentuk toleransi yang terus terjaga. Selain itu, dapat pula mendorong pertumbuhan ekonomi dan menggalakkan sektor UMKM di Kota Tanjungpinang,” ujar Lis.
Lebih lanjut, Lis menceritakan sejarah Festival Moon Cake atau Festival Kue Bulan, yang merupakan penganan tradisional masyarakat Tionghoa dalam perayaan Festival Musim Gugur setiap tahunnya.
“Jangan sampai kita hanya merayakan, tapi tidak tahu makna dan nilai dari setiap pergelaran festival,” tambahnya.
Lis juga menjelaskan bahwa kue bulan tradisional pada dasarnya berbentuk bulat, yang melambangkan kebulatan dan keutuhan.
Namun, seiring perkembangan zaman, kini banyak variasi bentuk yang muncul dalam komersialisasi kue bulan.
“Perkembangan itu menunjukkan kreativitas masyarakat, tanpa meninggalkan makna tradisionalnya,” pungkas Lis.

