HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau berkepanjangan, terutama terkait krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah penanganan sejak sekitar tiga bulan terakhir ketika kondisi kekeringan mulai dirasakan warga.

Menurut Lis, Pemko Tanjungpinang telah mengerahkan sejumlah armada untuk mendistribusikan air bersih ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan air.

Saat ini sekitar tujuh armada, termasuk kendaraan pick up, dikerahkan setiap hari untuk menyalurkan air kepada masyarakat.

“Sekitar 7 sampai 9 ton air bersih telah disalurkan kemarin,” kata Lis, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, armada distribusi air bekerja sejak pagi hingga dini hari untuk memastikan kebutuhan air warga dapat terpenuhi. Petugas bahkan harus bekerja dari pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB.

“Dari pagi jam 7 sampai jam 1 malam mereka bekerja untuk menyalurkan air,” ujarnya.

Selain mengerahkan armada milik pemerintah, Pemko Tanjungpinang juga melibatkan pihak kelurahan dalam proses distribusi air bersih.

Kelurahan yang memiliki kendaraan operasional seperti pick up diminta turut membantu mengangkut air bagi warga yang membutuhkan.

“Saya sudah menginstruksikan kepada kelurahan, apabila ada kendaraan pick up agar bisa membantu mengisi tangki dan menyalurkan air kepada masyarakat,” ungkap Lis.

Lis juga menyampaikan apresiasi kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang telah membantu menyediakan sumber air untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan.

“Terima kasih kepada PDAM yang telah membantu menyediakan air untuk didistribusikan kepada masyarakat,” katanya.

Ke depan, Pemko Tanjungpinang berencana melakukan kajian terkait titik-titik sumber air baku di wilayah yang kerap mengalami kekeringan.

Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan ketersediaan air bersih.

Selain itu, Lis juga mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya menjaga ketersediaan air dengan menanam tanaman yang mampu menyerap dan menyimpan air di dalam tanah, seperti tanaman buah.

“Kita berharap masyarakat menanam tanaman yang dapat menyerap dan menyimpan air, bukan tanaman yang justru membutuhkan banyak air,” tutupnya.