Ia meminta agar tenaga medis dibekali keterampilan pelayanan berbasis digital, sementara keamanan data pasien harus tetap menjadi prioritas.

“Di era digital, isu pelayanan kesehatan sangat mudah viral di media sosial. Rumah sakit harus menjaga mutu layanan sekaligus mengantisipasi keluhan publik dengan komunikasi terbuka dan responsif,” tegasnya.

Lebih jauh, Najih menegaskan rumah sakit tidak hanya fokus pada pelayanan kuratif, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui pelayanan di RSUD Raja Ahmad Tabib sudah mengalami peningkatan signifikan, tercermin dari meningkatnya kepuasan masyarakat. Namun, perbaikan berkelanjutan tetap harus dilakukan.

“Tenaga medis adalah penggerak kesehatan masyarakat. Menjaga konsistensi pelayanan yang tulus dan profesional adalah cerminan harkat dan martabat kita dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.

Najih optimistis dengan dukungan berbagai pihak, RSUD Raja Ahmad Tabib akan semakin profesional, modern, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kepri.