Tanjungpinang – Dewan Pimpinan Cabang PDI-PERJUANGAN Kota Tanjungpinang mengadakan festival Kopi se Tanah Air di Halaman Kediaman Pribadi Yuniarti Pustoko Weni selaku ketua DPC PDIP Tanjungpinang, Jumat ( 27/05 ) sore.
Festival ini juga diselenggarakan serentak se Indonesia melalui Video Conference yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Megawati mengatakan hari ini merupakan kegiatan dalam rangka HUT PDI-P ke 49 tahun dimana puncaknya adalah festival kopi Tanah Air 2022. Pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut.
“Mari kita dukung para petani Indonesia untuk Indonesia yang maju, karena dengan kopi kita bisa berdiskusi tentang apapun,” ucapnya.
Sementara itu Ketua DPC PDIP Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni menjelaskan bahwa DPC PDIP Tanjungpinang ikut serta festival kopi Tanah Air yang dilaksanakan oleh DPP PDIP yang pada hari ini untuk mendapatkan rekor muri.
“Pada kesempatan ini kota Tanjungpinang mulai dari DPC beserta seluruh pengurus PAC, Ranting dan anak Ranting semuanya berkumpul untuk melaksanakan kegiatan ini bertempat di kediaman saya sendiri selaku Ketua DPC PDIP Tanjungpinang berjalan dengan lancar sesuai dengan instruksi dari Partai,” tutur Weni.
Weni menambahkan bahwa sesuai dengan instruksi partai juga malam nanti akan dilanjutkan dengan hiburan bersama seluruh rekan-rekan dari DPP PDI-P.
“Sebagaimana disampaikan ibu Mega tadi festival Kopi ini untuk menampilkan kreasi anak bangsa sebenarnya kopi inikan untuk menyatukan kita, duduk ngopi bisa menimbulkan inspirasi atau ide-ide,” terang Weni.
Sisi lain Sekretaris Jenderal PDI-P Provinsi Kepri H Lis Darmansyah mengungkapkan
kopi itu bisa menjadi salah satu andalan ekonomi kerakyatan mudah untuk dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikelola dengan bermodalkan Rp 200 ribu saja bikin kopi mentah sudah bisa meramu dengan sendirinya.
“Agendanya hari ini dalam rangkaian persiapan Rakernas pada tanggal 14 Juni 2022. Artinya dengan ini kita bisa memberikan tampilan produk lokal, sekarang kita sedang menggalakkan kopi agar masyarakat cluster bawah pun bisa memproduksinya dan bisa menjadi industri perumahan itulah tujuannya,” pungkasnya.









