Ia menjelaskan, melalui bimtek tersebut para peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai strategi pengelolaan Posyandu, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi dan balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia dengan pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP).
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, mengatakan Tim Pembina Posyandu kini telah terpisah dari Tim Penggerak PKK sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik yang lebih terpadu dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Transformasi ini merupakan kelanjutan kebijakan nasional yang menempatkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan di desa maupun kelurahan yang berperan mendukung penyelenggaraan pelayanan dasar kepada masyarakat,” jelas Weni.
Ia menambahkan, Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai pemangku kepentingan.

