“Transformasi ini merupakan kelanjutan kebijakan nasional yang menempatkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan di desa maupun kelurahan yang berperan mendukung penyelenggaraan pelayanan dasar kepada masyarakat,” jelas Weni.

Ia menambahkan, Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai pemangku kepentingan.

“Posyandu bukan lagi berada di bawah TP PKK. Saat ini kami menjadi mitra kerja bersama TP PKK dan seluruh stakeholder di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah berharap Bimtek Tim Pembina Posyandu dapat meningkatkan koordinasi, efektivitas, dan efisiensi pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

“Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas kader, diharapkan kontribusi Posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan dapat terus terjalin dan semakin baik,” ujar Lis.