HARIANMEMOKEPRI.COM — BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang memberikan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, koperasi konvensional, serta pelaku usaha mikro di Kota Tanjungpinang.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (22/9/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kepesertaan sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku usaha dan pekerja mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Iwan Kurniawan, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat pekerja, termasuk para pelaku usaha dan UMKM.

“Tugas kami salah satunya hari ini mensosialisasikan manfaat dan juga memberikan edukasi kepada pelaku usaha maupun pekerja di Tanjungpinang untuk ikut program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan relatif terjangkau jika dibandingkan dengan manfaat perlindungan yang diberikan kepada pekerja dan keluarganya.

Karena itu, pihaknya berharap dukungan Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat terus diperkuat agar program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan semakin luas dan berjalan optimal.

Iwan juga menyebutkan, proses pendaftaran bagi pelaku UMKM cukup mudah. Selain dapat dilakukan dengan mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan, pendaftaran juga bisa dilakukan secara daring.

“Sangat simpel dan sangat mudah. Tidak harus datang ke kantor saja, cukup daftar melalui online. Sejak daftar dan pembayaran iuran, mereka langsung mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan edukasi kepada koperasi dan pelaku usaha.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan jaminan sosial kepada masyarakat pekerja.

“Kali ini momentum ini kita coba memasyarakatkan karena masih ada usaha kecil kita yang sepertinya masih harus dioptimalkan kepesertaannya dalam rangka melindungi,” kata Zulhidayat.

Ia menilai manfaat BPJS Ketenagakerjaan dapat dirasakan secara nyata, terutama ketika pekerja atau keluarganya menghadapi musibah.

“Saya rasakan wujud nyata di saat musibah pemerintah hadir untuk memperhatikan masyarakatnya. Ini program baik, sosialisasi ini harus selalu kita optimalkan,” ucapnya.

Zulhidayat mengatakan sebagian pelaku usaha di Tanjungpinang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan mendapatkan manfaat perlindungan. Namun, berdasarkan hasil identifikasi, masih terdapat pelaku usaha yang belum menjadi peserta.

“Kalau kepesertaan di Tanjungpinang masih di angka 40 persen, sehingga jadi PR kita untuk meningkatkan partisipasi perlindungan kepesertaan,” pungkasnya.