Ia menjelaskan, jembatan tersebut menghubungkan Dusun Sukajadi dengan Pekon Umbar, yang selama ini terpisah oleh sungai dan kerap menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan.

“Jembatan ini sangat vital bagi aktivitas warga, khususnya anak-anak sekolah dan masyarakat yang beraktivitas ekonomi. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas menjadi lebih aman dan efisien,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Rescue Indonesia, Kariskun, menjelaskan bahwa Jembatan Gantung Garuda dirancang sebagai jembatan perintis yang dapat dilalui pejalan kaki serta kendaraan roda dua. Jembatan ini memiliki panjang bentang sekitar 80 meter dengan lebar 1,5 meter.

Pembangunan jembatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat Pekon Umbar. Warga berharap proyek ini dapat segera rampung agar akses distribusi hasil pertanian, pendidikan, dan aktivitas sosial lainnya dapat berjalan lebih lancar.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 74 persen, Jembatan Gantung Garuda diharapkan segera rampung dan menjadi sarana penghubung strategis yang mendorong peningkatan kesejahteraan serta keselamatan masyarakat di wilayah tersebut.