Menurutnya, pada hari pertama pelaksanaan, sebagian besar pedagang yang sebelumnya berjualan di tepi jalan telah bersedia berpindah ke dalam pasar.

Namun demikian, area hamparan yang lokasinya lebih jauh dari akses jalan utama masih belum terisi secara optimal.

“Alhamdulillah sudah sekitar 70 sampai 80 persen para pedagang bergeser ke arah dalam. Yang masih perlu kita dorong adalah pengisian hamparan karena sebagian pedagang menganggap lokasinya masih terlalu jauh dari jalan raya,” katanya.

Ia menegaskan, proses penataan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan persuasif agar para pedagang dapat menerima kebijakan tersebut tanpa menimbulkan gejolak.

“Ini baru hari pertama. Kita lakukan pendekatan secara persuasif kepada para pedagang untuk bergeser. Pelan-pelan, masih tahap uji coba,” ujarnya.

Selain menata lapak pedagang, Pemkab Tanggamus juga akan melakukan pengawasan lanjutan terkait kebersihan, pengelolaan parkir, dan ketertiban pasar guna memastikan hasil penataan dapat berjalan secara berkelanjutan.