Kedua, dari sisi masyarakat, diharapkan semakin terbiasa dan aktif menggunakan layanan yang disediakan Pemkot Tangerang.
“Tujuannya adalah agar layanan yang diberikan semakin user-friendly dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” imbuh Dr. Nurdin.
Dengan hasil evaluasi rata-rata yang cukup baik, Dr. Nurdin, yang merupakan alumnus Universitas Indonesia, yakin program Smart City Kota Tangerang akan terus berdampak positif bagi masyarakat.
“Peningkatan layanan berbasis teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, efektivitas pemerintahan, serta memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan Tangerang sebagai kota yang cerdas dan inovatif,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu evaluator, Harya Widiputra, mengapresiasi Pemkot Tangerang yang berhasil menuntaskan Master Plan Smart City pada 2024.
“Ini langkah yang sangat baik. Saya apresiasi karena Pemkot tidak menunggu wali kota definitif, sehingga tidak ada keterlambatan dan program ini bisa menjadi acuan bagi wali kota berikutnya,” ujarnya.
Evaluasi dari Kemkomdigi RI ini melibatkan tim yang terdiri dari akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Perbanas, praktisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Perekonomian.

