HarianMemoKepri.com, Lingga – Program Beras Sejahtera (Rastra) yang awalnya merupakan Beras Miskin (Raskin) pada 2017 silam di Desa Keton, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, perangkat desa yang memiliki pendapatan tetap dari pemerinyahan mendapatkan jatah Rastra, sedangkan keluarga yang berpendapatan rendah yang semula mendapatkan  jatah Rastra malah dilakukan pengurangan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Melayu, Siswanda kepada HarianMemoKepri.com, Rabu, (03/1). “Saya Mendengar banyak Warga Keton yg mengeluh terhadap program Pemerintah Lingga. Karena pada Tahun 2017 yang lalu malah warga yang kurang mampu tidak mendapatkan jatahnya,” jelas Siswanda melalui sambungan Whatsappnya. Lanjutnya, beberapa perangkat desa justru terkesan bermain terhadap stok jatah rastra tersebut. “Janda-janda serta orang yang sudah lanjut usia justru Jatah mereka di kurangkan. Dan malah sebaliknya Perangkat-perangkat desa yg di bergaji kok Bisa dapat?, tentunya saya menduga Kepala Desa bermain dalam hal ini,” ujarnya. Dia juga mengatakan, bahwa seharusnya perangkat desa lebih memperhatikan warga kurang mampu, dan menyatakan bahwa warga kurang mampu layak menerima jatah tersebut. “Saya rasa masih bnyak masyarakat yang perekonomiannya di bawah rata-rata yang lebih layak untuk mendapatkan Bantuan Tersebut, dan untuk perangkat desa mereka menerima gaji yang layak perbulannya, malah mendapatkan jatah,” katanya. Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu Mahasiswa asal Keton Lingga, Ramadhani menyayangkan sikap Pemerintah Daerah yang melaksanakan program yang tidak tepat sasaran. “Saya sangat menyayangkan sekali dengan Program yang di berikan Pemerintah tidak di gunakan Dengan sebaiknya, karena ini akan merusak cintra Desa keton sendiri,” ujar Ramadhani. Hingga berita ini diposting, pihak Desa Keton Lingga masih belum bisa dikonfirmasi guna kelengkapan berita. (Muhammad Ridwan)

