HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggelar silaturahmi sekaligus sosialisasi penanganan malaria bersama masyarakat Tanjung Sebauk dan Senggarang, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Maghrib dan Isya berjamaah bersama warga di Surau Nurul Yakin, Tanjung Sebauk Darat.
Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan dan penanganan malaria yang masih menjadi perhatian serius di wilayah tersebut.
Lurah Senggarang, Edi Susanto, menjelaskan bahwa Kelurahan Senggarang menjadi wilayah dengan sejumlah titik penyebaran malaria.
Di Tanjung Sebauk Darat, tercatat 109 kepala keluarga (KK) dari total 122 KK terdampak kasus malaria.
Selain itu, Kampung Bebek mencatat 15 KK terdampak, Senggarang Darat 17 KK, Senggarang Besar 16 KK, dan Tanjung Sebauk Laut sebanyak 88 KK.
“Untuk saat ini, wilayah Tanjung Sebauk Darat, Kampung Bebek, dan Senggarang Darat sudah dalam kondisi aman. Namun, Senggarang Besar dan Tanjung Sebauk Laut masih perlu perhatian karena kasusnya belum sepenuhnya melandai,” ujar Edi.
Ia menambahkan, pemerintah bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, serta para Ketua RT dan RW terus melakukan berbagai upaya pengendalian penyebaran malaria, termasuk menaburkan obat pada sejumlah genangan air atau lanun yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Menurutnya, di Tanjung Sebauk Darat terdapat 13 lanun bekas tambang bauksit, sementara di Senggarang Besar, Kampung Bebek, dan Tanjung Sebauk Laut masing-masing terdapat satu lanun yang juga menjadi fokus penanganan.

