Ia juga menyoroti kurangnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ibadah di masjid.
“Kita kehilangan generasi usia 9 hingga 20 tahun dalam barisan jamaah. Ini menjadi PR besar bagi kita semua,” pungkasnya.
Lis mengingatkan pentingnya pendidikan agama dalam keluarga, yang menurutnya mengalami perubahan pola dalam beberapa tahun terakhir.
“Dulu, anak takut kepada orang tua jika tidak bisa mengaji. Sekarang, justru orang tua yang takut anaknya tidak bisa mengaji. Ini tentu menjadi bahan refleksi bagi kita semua,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap rumah ibadah, Pemerintah Kota Tanjungpinang menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta kepada pengurus Masjid Nurul Iman.
Selain itu, BRK Syariah Tanjungpinang juga memberikan bantuan melalui program kemitraan.
Acara Safari Ramadan ini juga dirangkai dengan tausiyah dari Ustaz Amir Hamzah, yang mengingatkan pentingnya memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah.
“Jangan hanya membangun masjid yang megah, tapi jamaahnya tidak ada. Rasulullah SAW telah memberi teladan bagaimana memakmurkan masjid. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan menjaga shalat lima waktu di masjid,” pesannya.
Mengakhiri kegiatan Safari Ramadan, Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta rombongan Pemko Tanjungpinang melaksanakan shalat tarawih berjamaah.

