Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadikan keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat.
“Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” tegasnya.
Rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah.
Setelah itu dilaksanakan sidang isbat yang dilanjutkan dengan pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 H oleh Menteri Agama.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026 Masehi.
Meski demikian, Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah setelah seluruh rangkaian sidang isbat selesai dilaksanakan.

