Puasa menciptakan rasa persatuan di antara kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. Mereka semua berpuasa dan berbuka pada waktu yang sama, yaitu mulai waktu imsak/shubuh hingga maghrib.

Puasa menumbuhkan rasa kasih sayang dan persaudaraan, menciptakan rasa solidari-tas dan ikatan saling menolong satu sama lain. Tercermin dalam kegiatan bagi-bagi takjil, bagi-bagi rejeki, meningkatnya intensitas sedekah saat bulan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Regulasi Pemanfaatan Borobudur dan Prambanan sebagai Destinasi Religi

Puasa juga memiliki manfaat luar biasa untuk jasmani orang yang berpuasa, yaitu memperbarui sel-sel tubuhnya, membuang sel-sel yang sudah rusak, mengistirahatkan lambung dan alat pencernaan karena tidak dipakai untuk mencerna makanan.

Puasa memberi diet bagi tubuh, menghancurkan limbah buruk yang mengendap dan makanan-makanan yang tidak tercerna di dalam tubuh.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ï·º, “”Berpuasalah, niscaya kalian sehat” (HR. Ibnu Sinni)

Puasa merupakan bentuk jihad melawan nafsu untuk membersihkannya dari kkotoran duniawi, serta menurunkan gelora syahwat yang buruk.

Baca Juga: Patung Yesus Tertinggi di Dunia

Puasa dapat menenangkan dorongan nafsu jahat, menurunkan gejolaknya dalam hal-hal tidak berguna yang berhubungan dengan seluruh organ tubuh, seperti mata, lidah, telinga, dan kemaluan.

Dengan puasa, gerak semua organ tubuh akan melemah. Karena itu, ada pepatah begini, “jika nafsu lapar, semua organ akan kenyang. Tapi jika nafsu kenyang, semua organ akan lapar.