Perayaan Hari Tri Suci Waisak merupakan salah satu contoh bagaimana kehidupan dapat berjalan dengan baik di Kota Tanjungpinang, terutama menjelang pesta demokrasi yang akan berlangsung. Diharapkan, pesta demokrasi dapat berjalan aman dan lancar.
“Mari sama-sama menjaga serta merawat daerah ini dengan kedamaian dan kesejukan tanpa adanya gejolak yang dapat memecahkan rasa persatuan dan kesatuan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PD Permabuddhi Provinsi Kepri, Hengky Suryawan, menyatakan bahwa pihaknya setiap tahun selalu berkumpul bersama majelis. Ini adalah sejarah bagi umat Buddha.
“Walaupun kita beragam etnis, kita harus bersatu. Oleh karena itu, mari kita jaga bersama, marilah seluruh umat Buddha khususnya bersatu,” ucap Hengky.
Di sisi lain, Biksu Bhante Ratanajayo menjelaskan bahwa dengan keberagaman yang begitu indah ini berkaitan dengan jalan hidup luhur. Luhur berarti tinggi atau mulia.
Biksu Bhante melanjutkan bahwa orang yang mulia adalah orang yang mampu memuliakan orang lain dan mengasihi orang lain. Ajaran Sang Buddha penuh dengan cinta kasih.

