“Setelah satu hingga dua minggu di Makkah, beberapa jamaah mulai kelelahan sehingga aktivitas di Masjidil Haram dan kegiatan city tour dikurangi,” jelasnya.

Ia menambahkan, menjelang pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), para jamaah lebih banyak beristirahat di hotel dan mengikuti manasik sebagai persiapan menghadapi puncak ibadah haji.

Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, dua jamaah haji asal Tanjungpinang mengalami gangguan kesehatan serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

“Sebelum menuju Arafah, Ibu Latifah mengalami sakit selama tiga hari hingga tidak sadarkan diri dan dirujuk ke rumah sakit besar di Makkah. Menjelang kepulangan ke Tanah Air, Ibu Siti Rachel juga mengalami kondisi serupa dan harus dirawat,” ungkap Hariyun.

Hingga saat ini, kedua jamaah haji tersebut masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi sehingga belum dapat kembali bersama rombongan.

Meski demikian, Hariyun bersyukur seluruh rangkaian ibadah haji secara umum dapat dilaksanakan dengan baik oleh para jamaah haji asal Tanjungpinang.