HARIANMEMOKEPRI.COM – Suasana tenang di Kampung Pisang, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, mendadak gempar pada Minggu sore (26/10/2025).

Seorang pria bernama Amir Machmud (51) ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu berasal dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ia tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut. Menurut warga sekitar, korban terakhir terlihat pada Sabtu malam.

Salah satu tetangga, Rido Maruf (27), mengatakan sejak malam sebelumnya rumah korban tampak tertutup rapat dan tidak ada aktivitas seperti biasanya.

Merasa khawatir, Rido mencoba memanggil korban dari luar, namun tidak ada sahutan.

“Saya panggil-panggil dari jendela, tapi tidak dijawab. Saya curiga dan coba ngintip, ternyata beliau tergeletak di kamar,” ujar Rido kepada petugas di lokasi kejadian.

Rido kemudian meminta bantuan dua rekannya, Yohanes Vilistiano De Santos Ohie dan Suharit, untuk mendobrak pintu kontrakan. Setelah berhasil dibuka, mereka mendapati korban sudah tak bernyawa.

Warga pun segera menghubungi Ketua RT dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kijang Kota, Bripka Ahmad Solikin.

Tak lama berselang, personel Polsek Bintan Timur bersama tim medis Puskesmas Kijang datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Sekitar pukul 18.10 WIB, jenazah dievakuasi ke RSUD Kijang guna keperluan visum.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan, korban telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan. Tubuh korban sudah kaku dan terdapat tanda-tanda pembusukan.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat batuk kronis. Istri korban, Damiati, menyatakan menerima dengan ikhlas kepergian suaminya dan menolak dilakukan autopsi.

Jenazah rencananya akan dimakamkan di TPU Kilometer 25, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur.

Kapolsek Bintan Timur memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal akibat sakit yang dideritanya