Baca Juga: 2024 Upah Minimum Provinsi Kepri Naik Rp3,4 Juta Dari Tahun Sebelumnya

Endang mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini juga menjadi edukasi bagi para siswa dan juga para tenaga Pendidikan dalam mengelola mangrove buatan.

“Pasti edukasi bagi siswa termasuk bagi kita kita yang semula tidak tahu ternyata oh bisa toh mangrove itu dibuat alami buatan juga bisa,” ujarnya.

Baca Juga: Usai Kalah Dengan Irak 1-5, Shin Tae Yong Ingin Anak Asuhannya Menang Lawan Filipina Malam Nanti

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Kesiswaan SMPN 10 Tanjungpinang Suarfandi mengungkapkan pihaknya membuat Taman Kehati dengan konsep mengembangkan beberapa tanaman yang ada di lingkungan sekitar

“Pengembangan ini bertujuan untuk edukasi, rekreasi dan terakhir Pengembangan. Dengan Pengembangan Keanekaragaman tanaman itu kami berharap anak-anak memahami Pengembangan lingkungan agar lebih baik dari sebelumnya, ” ucapnya.

Baca Juga: Kenapa Seseorang Terlambat Menikah Dan Berapa Usia Tepat Melakukan Pernikahan ?, Berikut Penjelasannya

Suarfandi menambahkan Taman tersebut dikembangkan terdiri dari tanaman Anggur, Pepaya, Labu. Pihaknya berharap Pengembangan tanaman ini nantinya bisa menjadi edukasi kepada peserta didik sehingga bisa mendapatkan hasil perbaikan Ekonomi mereka.