Ia menegaskan Dinas Perhubungan tidak bermaksud melepaskan tanggung jawab, melainkan kondisi anggaran saat ini memang belum memungkinkan untuk melakukan perbaikan maupun mengaktifkan kembali operasional bus.
Hendri juga menyayangkan apabila kerusakan kendaraan tidak dilaporkan sejak awal.
Menurutnya, jika kondisi tersebut diketahui sebelum mengalami kerusakan berat, peluang untuk mencari solusi masih lebih terbuka.
Meski demikian, Dishub Lingga tetap membuka ruang koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar aset tersebut masih dapat diselamatkan dan kembali dimanfaatkan masyarakat.
“Intinya, Dishub Lingga siap merespons bersama pihak kecamatan maupun desa terkait untuk mencari jalan keluar, sehingga aset ini bisa kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Untuk tindak lanjut, Hendri mengatakan pihaknya masih menunggu koordinasi dari pemerintah kecamatan maupun Desa Teluk.
“Paling tidak kami menunggu pihak kecamatan dan desa lah koordinasi pada kami,” pungkasnya.
Semakin memburuknya kondisi bus tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat.

