Untuk tindak lanjut, Hendri mengatakan pihaknya masih menunggu koordinasi dari pemerintah kecamatan maupun Desa Teluk.

“Paling tidak kami menunggu pihak kecamatan dan desa lah koordinasi pada kami,” pungkasnya.

Semakin memburuknya kondisi bus tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat.

Jika tidak segera dilakukan penyelamatan, kendaraan bantuan pemerintah yang selama ini menjadi penunjang transportasi pelajar dikhawatirkan akan terus mengalami kerusakan hingga akhirnya hanya menjadi besi tua di pinggir jalan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar aset negara tersebut dapat diperbaiki, difungsikan kembali, atau setidaknya diselamatkan dari kerusakan yang lebih parah sehingga kembali memberikan manfaat bagi warga pedesaan.