HARIANMEMOKEPRI.COM — Pertengkaran Orang Tua hal yang biasa yang timbul dalam hubungan suami istri.

Namun Pertengkaran Orang Tua sebaiknya jangan lakukan didepan anak dikarenakan hal itu bukan pilihan yang bijak, sebab itu bisa menyebabkan bahaya kesehatan mental dan juga proses tumbuh kembang anak.

Hal yang biasa nya terjadi di Pertengkaran Orang Tua ialah saling mendiamkan, melakukan kekerasan fisik, sindir meyinidir, saling berteriak, dan juga kekerasan verbal(cercaan,ancaman).

Baca Juga: Yayasan Bakti Sosial Indonesia beserta Anak Langkat Bakti Sosial Periksa Kesehatan Warga Ruli Sei Binti

Jika Pertengkaran Orang Tua terjadi didepan anak hal yang mungkin bisa terjadi terhadap anak ialah anak bisa meniru perbuatan tersebut atau bahkan anak bisa tidak lagi menggangab orang tua sebagai panutan yang mereka banggakan.

Orang tua merupakan tempat anak untuk bergantung agar mendapatkan rasa aman dan nyaman bukan malah rasa sedih dan kecewa akibat Pertengkaran Orang Tua.

Menurut berbagai penelitian Pertengkaran Orang Tua dapat berdampak pada anak usia berapapun sebagiaman dikutip harianmemokepri.com pada akun instagram @tigagenerasi pada 8 Februari 2023, “Menurut berbagai penelitian, pertengkaran orang tua dapat menimbulkan dampak negatif pada anak di usia berapapun, mulai dari bayi 6 bulan hingga anak usia 19 tahun sekalipun”

Baca Juga: Cek Fakta Dampak Anak Broken Home Beserta 4 Cara Penanggulangannya

Oleh karena itu orang tua harus pandai menyelesaikan konflik secara sehat lebih sehat agar Pertengkaran Orang Tua tidak terjadi.

Jika Pertengkaran Orang Tua tidak sengaja terjadi didepan anak maka hal yang bisa dilakukan orang tua untuk meminimalisir efek negatif dari pertengkaran, dengan melakukan 3 hal berikut setelah situasi lebih tenang :

1. Mendiskusikan kejadian yang disaksikan anak, tidak harus menjelaskan secara spesifik dan detail orang tua bisa menjelaskan dengan contoh kalimat, “semalam Mama dan Papa berdebat, Mama dan Papa saling tidak setuju tentang sesuatu. tapi Mama sama Papa tau kok kalau itu salah, maaf yaa sudah membuat kamu khawatir”.

Baca Juga: Percayakah Kamu Dengan Cinta? Berikut ini Beberapa Mitos Harus di Hindari oleh Seseorang

2. Yakinkan anak kalau situasi sudah membaik, sampaikan pada anak bahwa orang tua sudah menyelesaikan masalah dan hubungan orang tua baik-baik saja, tunjukan dengan prilaku seperti saling meminta maaf atau berpelukkan didepan anak.

3. Beri pernyataan yang menenangkan anak, jelaskan orang tua bisa saja berbeda pendapat dan sering kali kehilangan kendali, namun bukan berarti orang tua tidak lagi saling mencintai.

Jika dirasa Pertengkaran Orang Tua sudah sangat berdampak kepada kesejahteraan mental anak, maka orang sebaiknya melakukan pertimbangan untuk melakukan konsultasi kepada psikolog anak.***(CER1)