Lis berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Tanjungpinang dalam melestarikan bahasa daerah.

“Semoga memberikan manfaat nyata dan menunjukkan bahwa Tanjungpinang mampu berkontribusi di tingkat nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelestarian bahasa ibu.

Ia menegaskan bahwa bahasa merupakan puncak peradaban dan kekuatan bangsa.

Menurutnya, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah. Ini adalah kekayaan luar biasa yang harus dilestarikan bersama.

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis melalui pengembangan muatan lokal di kurikulum pendidikan, atau dengan membiasakan penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh kepala daerah dan masyarakat untuk terus menjaga bahasa daerah di tengah arus globalisasi.

“Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. Pelestarian bahasa daerah adalah bagian dari menjaga identitas dan jati diri bangsa,” tutupnya.