Aksi mereka yang penuh semangat berhasil memikat perhatian dan mendapat sambutan hangat dari penonton.

Sebagai penutup, 50 penari dari SMP Negeri 4 Tanjungpinang tampil memukau dalam tarian yang menggabungkan gerakan silat dan tari Melayu.

Di bawah bimbingan Kepala Sekolah Faridah, tarian tersebut menjadi suguhan yang menggugah dan ditutup dengan hentakan marwas serta tepuk tangan meriah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada sekolah kami. Semoga persembahan ini menjadi harapan baru bagi perkembangan seni Melayu di Tanjungpinang,” tutur Faridah.

Gerimis yang turun di akhir acara tak mengurangi semangat masyarakat untuk menikmati kemeriahan pembukaan MTQH XIX, yang menjadi awal dari rangkaian kegiatan keagamaan dan kebudayaan di kota Gurindam ini.