Menariknya, seluruh bantuan tersebut tidak dikirim dari Kota Tegal, melainkan dibeli langsung dari mitra dan rekan bisnis Jamal yang berada di Aceh dan Sumatra.

“Di Aceh saya punya mitra yang berjualan perlengkapan dan oleh-oleh haji, mereka pasti menyediakan kurma. Kurma itu saya borong dan langsung saya minta untuk dikirim ke posko-posko bencana. Begitu juga dengan sarung dan selimut,” ungkapnya.

Langkah tersebut diambil untuk mempercepat serta mempermudah distribusi bantuan, mengingat banyak akses jalan dan jembatan menuju lokasi terdampak yang rusak atau terputus akibat bencana.

“Kalau mengirim lewat jalur darat saat ini jelas tidak memungkinkan. Jalur udara bisa, tapi biayanya besar. Jadi saya memilih membeli langsung dari mitra bisnis yang ada di Aceh dan Sumatra,” pungkas Jamal.