Andaikan saja WHN diundang ke istana negara atau untuk sekedar berdiskusi, maka saya akan mengatakan “anggaran Rp.10.000 per siswa per hari bisa digunakan untuk membiayai setiap siswa kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.”

Dengan Rp.10.000 perhari jika kita asumsikan 6 hari selama seminggu berarti dalam satu bulan totalnya adalah Rp.240.000 per siswa, yang artinya per tahun anggaran persiswa Rp.2.880.000 per siswa.

Dengan anggaran Rp.2.880.000 itu sudah sangat cukup untuk biaya kuliah di beberapa kampus yang memberikan perkuliahan dengan biaya SPP yang murah. Jika saja Rp.10.000 per orang itu dialokasikan untuk biaya kuliah maka tidak akan ada lagi anak-anak Indonesia yang harus mengandaskan impiannya karena ketidakmampuan secara finansial untuk kuliah.

“Tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya ada pada generasi muda, maka joka kita ingin Indonesia kedepannya menjadi negara maju maka berikanlah pendidikan terbaik untuk mereka, niscaya masa depan Indonesia akan gemilang.”

Saya menulis surat singkat ini bukanlah suatu perlawanan bagi pemerintah melainkan atas rasa kecintaan saya selaku warga negara Indonesia yang menginginkan Indonesia menjadi negara yang maju dan kuat dalam segala hal. Semoga surat terbuka ini dapat tersampaikan dengan baik kepada para pemangku kepentingan dan dapat menjadi harapan bagi generasi muda Indonesia. (***)