HARIANMEMOKEPRI.COM – Kota Tanjungpinang sukses mengukir sejarah pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026.
Untuk pertama kalinya setelah sembilan edisi, Tanjungpinang berhasil merebut gelar juara umum sekaligus menghentikan dominasi Kota Batam yang selama ini selalu berada di puncak klasemen.
Keberhasilan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang, Ruli Friady.
Menurutnya, prestasi itu merupakan buah dari persiapan yang matang, kerja keras atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan masyarakat.
“Kami memetakan kekuatan dan kelemahan setiap cabang olahraga sehingga target juara umum dapat dicapai,” kata Ruli, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, cabang atletik menjadi kunci keberhasilan kontingen Tanjungpinang.
Atletik berhasil melampaui target dengan menyumbangkan 12 medali emas pada dua hari awal pertandingan.
Momentum tersebut kemudian diperkuat oleh cabang renang yang juga tampil impresif dengan mengoleksi 14 medali emas.
Raihan medali dari dua cabang unggulan itu membuat Tanjungpinang terus memimpin klasemen hingga akhirnya memastikan diri sebagai juara umum POPDA Kepri 2026.
Menurut Ruli, peningkatan prestasi tahun ini tidak terlepas dari program pemusatan latihan yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
Durasi tersebut jauh lebih panjang dibandingkan persiapan pada POPDA sebelumnya yang hanya sekitar satu bulan.
Meski berhasil meraih hasil terbaik, Dispora tetap akan mengevaluasi sejumlah cabang olahraga yang belum memenuhi target, di antaranya sepak takraw, bulu tangkis, dan pencak silat.
Evaluasi itu akan menjadi dasar pembinaan agar prestasi Tanjungpinang semakin meningkat pada ajang berikutnya.
Sementara itu, Pelatih Atletik Kota Tanjungpinang, Diki Ardi, mengatakan atletik menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Tanjungpinang dengan koleksi 23 medali yang terdiri atas 12 emas, 6 perak, dan 5 perunggu.
Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil latihan intensif selama dua hingga tiga bulan yang didukung penuh oleh Dispora Kota Tanjungpinang.
“Alhamdulillah hasil yang diraih sesuai harapan. Ini merupakan kerja keras seluruh atlet, pelatih, pengurus PASI, dan dukungan pemerintah daerah,” ujarnya.
Atas keberhasilan menjadi juara umum, Dispora Kota Tanjungpinang juga akan mengusulkan pemberian bonus kepada atlet dan pelatih.
Usulan tersebut akan diajukan kepada Wali Kota Tanjungpinang agar dapat dianggarkan melalui APBD Perubahan Tahun 2026.
Besaran bonus akan disesuaikan dengan jumlah perolehan medali yang telah ditetapkan secara resmi.
Sebagai acuan, pada POPDA sebelumnya atlet peraih medali emas menerima bonus Rp1,5 juta, medali perak Rp1 juta, dan medali perunggu Rp750 ribu, sementara pelatih juga memperoleh penghargaan atas keberhasilannya membina atlet.
Ruli berharap apresiasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan prestasi.
Ia juga menegaskan bahwa Dispora akan mulai mempersiapkan regenerasi atlet sejak dini guna mempertahankan gelar juara umum pada POPDA 2028 akan digelar di Kabupaten Natuna.
“Pembinaan atlet muda harus dilakukan sejak sekarang agar prestasi yang diraih tahun ini dapat terus dipertahankan pada masa mendatang,” tutupnya.

